Jurnal Subulana http://journal.stitmu.ac.id/index.php/Subulana <p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Hasil Kajian, Penelitian Bidang Pendidikan dan Keislaman</span></span></strong></p> Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Miftahul Ulum (STITMU) en-US Jurnal Subulana 2598-0254 KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSPEKTIF BUYA HAMKA http://journal.stitmu.ac.id/index.php/Subulana/article/view/56 <p><strong>Abstrak: </strong>Buya Hamka adalah seseorang yang pemikiran-pemikirannya banyak mempengaruhi masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari karya karya buku Hamka yang selalu diterbitkan ulang semenjak awal terbitnya hingga saat ini. Permasalahan dunia pendidikan di Indonesia adalah permasalahan yang tidak akan ada habis-habisnya dan seolah tidak akan ada usainya. Satu masalah selesai akan muncul kembali masalah&nbsp; yang baru. Salah satu masalah yang muncul dalam dunia pendidikan hari ini adalah terjadinya pengesampingan nilai dan akhlak dalam dalam setiap kegiatan pendidikan. Lebih spesifik lagi apabila melihat dari kaca mata teori pendidikan Islam, pendidikan di Indonesia lebih berorientasi pada ranah ta’lim dan tarbiyah, dan mengesampingkan ranah ta’dib sehingga secara tidak langsung mengantarkan manusia pada paham yang materialistis.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama: Konsep Pendidikan Agama Islam adalah pembentukan pribadi yang berbudi pekerti untuk mencapai kemajuan Bangsa untuk mencapai kemuliaan (ketaatan, kepasrahan dan semakin mempertebal keimanan seorang hamba kepada Allah Swt), dengan sebuah tujuan menjadi seluruh manusia sebagai abdi atau hamba Allah Swt, baik secara individu maupun dikalangan masyarakat dengan kata lain untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. sedangkan dasar pendidikan Islam adalah tauhid dimana tauhid sebagai kepercayaaan bahwa Allah yang mengatur segala sesuatu yang ada di dalam ini yang semuanya tunduk dan takluk dibawah hukum dan undang- undangnya. Yang membedakan seseorang dengan lainnya hanyalah tingkat taqwa dan kepercayaan kepada Allah Yang Maha Esa. Kedua hubungan konsep pendidikan Islam yang masih berhubungan adalah orang tua, peserta didik dan guru. inilah yang masih kuat dan sangat relevan untuk zaman modern sekarang.</p> ibnu amiruddin Copyright (c) 2021 Jurnal Subulana 2021-06-19 2021-06-19 4 1 PENDIDIKAN ISLAM DALAM TANTANGAN KONTEMPORER http://journal.stitmu.ac.id/index.php/Subulana/article/view/55 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Masalah pendidikan, termasuk pendidikan Islam, rasa-rasanya tidak akan pernah habis untuk dibahas dan dibicarakan. Ini adalah sebuah kewajaran, karena dari waktu ke waktu, kehidupan beserta tuntutannya terus berkembang semakin kompleks. Tulisan ini hendak mengurai problematika yang dihadapi pendidikan Islam terkhusus di era kontemporer seperti saat ini. Peninjauan akan dilakukan melalui kerangka filosofis ontologi, epistemologi dan juga aksiologi. Pembahasan akan dimulai dengan mengenalkan dinamika, perkembangan dan pergerseran paradigma pendidikan Islam di Indonesia; mengidentifikasi problem dan tantangan yang terjadi; dan terakhir mencari solusi alternatif sebagai upaya mengurai “benang kusut.” Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari segi ontologi, dalam pendidikan Islam harus dilakukan penguatan kembali pada pijakan filosofisnya; penguatan konsep <em>ta’lim</em>, <em>ta’dib</em> dan <em>tarbiyah</em>. Ketiga-tiganya ini adalah paket komplit dan merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Sementara dari segi epistimologi, yang perlu dilakukan adalah pembenahan praktik pembelajaran yang meliputi pengembangan kebijakan kurikulum yang dinamis-progresif dan pengembangan metode pembelajaran yang relevan. Terakhir, dari segi aksiologi, para aktor pendidikan Islam harus memiliki kemauan untuk mencetak insan-insan yang berdaya saing dengan sungguh-sungguh dan terencana. Kompetensi imtaq dan imptek menjadi target yang mesti dimiliki oleh peserta didik. Karena itulah, kesadaran untuk membangun sebuah model pendidikan Islam dengan paradigma integratif amat dibutuhkan.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>pendidikan Islam, tantangan, problematika, kontemporer</p> binti afifah Copyright (c) 2021 Jurnal Subulana 2021-06-19 2021-06-19 4 1 Hubungan Aktivitas Menghafal Al-Qur’an Dengan Social Quotient Santri di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang http://journal.stitmu.ac.id/index.php/Subulana/article/view/47 <p><em>Starting from the time of the Prophet Muhammad SAW until now Memorizing the Al-Qur'an is the most powerful effort to maintain the truth of the Al-Qur'an. Social Quotient or what is commonly interpreted as social intelligence states that a person's ability to be able to properly understand what other people feel. The focus of this research is formulated into problem formulations which include: 1) How do students memorize Al-Qur'an activities at the Walisongo Cukir Jombang Islamic Boarding School 2) How the Social Quotient of the students at the Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang, 3) How is the relationship between memorizing Al -Qur'an with Social Quotient students at the Walisongo Cukir Jombang Islamic Boarding School. The approach of this research is a quantitative approach and the type of research uses correlational with the design in the form of ex post facto. Based on the research, it was found that based on the X variable (Al-Qur'an memorizing activity) of the students at the Walisongo Cukir Jombang Islamic Boarding School, the percentage of students whose value is less than / equal to an average of 40% and the percentage of students whose value is more than / equals an average of 60%. Based on the Y (Social Quotient) variable of students at the Walisongo Cukir Jombang Islamic Boarding School, the percentage of students whose scores are less than / equal to the average is 52% and the percentage of students whose scores are more than / equal to the average of 48%. The results of the analysis showed that there was no positive and significant relationship between memorizing Al-Qur'an activities with the Social Quotient of students at the Walisongo Islamic Boarding School, Cukir Jombang.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Al-Qur'an Memorization Activities, Social Quotient</em></p> ida nikmatualfin Solihul Anshori Solihul Anshori Copyright (c) 2021 Jurnal Subulana 2021-06-19 2021-06-19 4 1 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTs MIFTAHUL ULUM AL-ISLAMY MODUNG BANGKALAN http://journal.stitmu.ac.id/index.php/Subulana/article/view/51 <p><em>This article discusses the Effect of Scrapbook Learning Media on Student Learning Outcomes in Fiqh Subjects at Mts Miftahul Ulum Al-Islamy Modung Bangkalan. Learning media is an inseparable part of the teaching and learning process. A teacher must have skills in using learning media effectively and creatively to students. This study aims to determine the effect of using Scrapbook learning media on student learning outcomes in fiqh subjects at MTs Miftahul Ulum Al-Islamy. This type of research uses a quantitative approach in the form of a nonequivalent control group design. The instrument used was scrapbook learning media. The data collection techniques used were observation, pretest and posttest. Based on the results of hypothesis testing, the t-count value is 6.141 and compared with the t-table of 1.761 with degrees of freedom df = 14 and a significance level of 5%. So it can be concluded that the value of tcount 6.141&gt; t table 1.761. then declared H1 accepted. In other words, there is an effect of using Scrapbook learning media on learning outcomes in fiqh subjects for class VIII students of MTs Miftahul Ulum Al-Islamy Modung Bangkalan.</em></p> <p><strong><em>Keyword</em></strong><em>: Influence, Learning Media, Scrapbook, Learning Outcomes</em></p> badrus shofi Copyright (c) 2021 Jurnal Subulana 2021-06-19 2021-06-19 4 1 Aktualisasi Nilai pendidikan dalam keluarga menurut QS an nur ayat 38-40 (studi komparasi tafsir misbah dan tafsir al azhar) http://journal.stitmu.ac.id/index.php/Subulana/article/view/50 <p><em>An education is very important in the environment of every individual's life, an education is not only teaching about culture, ethics or morals. The family has an important role in shaping morals, educating and providing good moral examples for their children. The research objectives discussed in this study are: To know the actualization of the Moral Education Value in the Family in QS. An-Nur verses 59-60 according to Tafsir Al-Misbah and Tafsir Al-Azhar. This research is a library research, the data used in this research are books related to research that are relevant to the problems being studied. The results showed that the actualization of moral education in the family according to the perspective of Al-Misbah and Al-Azhar's interpretation of QS. An-Nur [24]: 59-60 is: an order to educate children about adab asking permission in three times for slaves and children who have not reached maturity, namely before the dawn prayer, in the middle of the day after the midday prayer, and after the evening prayer, orders to educate children who are already baligh about adab asking for permission at any time, orders to make cloths at home, advice not to visit at these three times, the relationship between manners asking permission with modern psychiatric developments, dress code that is clothes out of the house and clothes in the house.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Value Actualization, Moral Education, Within the Family.</em></p> Ifa Ifatul Umaroh Copyright (c) 2021 Jurnal Subulana 2021-06-19 2021-06-19 4 1